Orang yang Pertama Kali Masuk ke dalam Surga
عن
أنس بن مالك - رضي الله عبه - قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وآله
وسلم - : ((آتي بَاب الجنةِ يومَ القيامةِ فأستفتِح، فيقولُ الخازنُ : مَن
أَنتَ ؟ فأقولُ : محمدٌ، فيقولُ : بكَ أُمرتُ لا أفتحُ لأحدٍ قبلَكَ)).
Dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Aku
akan mendatangi pintu surga di hari kiamat kelak, lalu aku minta agar
dibukakan. Penjaga pintu bertanya : ‘Siapakah engkau ?’. Aku menjawab :
‘Aku adalah Muhammad’. Ia berkata : ‘Hanya denganmu aku diperintahkan
(agar) aku tidak membukanya untuk siapapun sebelummu”.[1]
عن
حُذيفةَ قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وآله وسلم - : ((وَلَدُ
آدَمَ كلُّهُم تحتَ لوائي يومَ القيامةِ، وأنا أولُ مَن يُفتَح له بابُ
الجنةِ)).
Dari Hudzaifah ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa aalihi sallam : “Semua anak Adam di bawah benderaku/panjiku kelak di hari kiamat. Dan aku adalah orang yang pertama kali dibukakan pintu surga”.[2]
Sifat Rombongan yang Pertama Kali Masuk Surga
عن
أبي هريرة - رضي الله عنه - قال : قال رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم :
((إن أول زُمرةٍ يدخلون الجنة على صورة القمر ليلة البدر، والذين يلونهم
على أشدِّ كوكبٍ دُرِّيٍّ في السماءِ إضاءةً، لا يبولونَ، ولا يتغوَّطونَ،
ولا يتمخطون، ولا يتفلون، أمشاطهم الذهب، ورشحهم المسك، ومجامرهم الألوَّة،
وأزواجهم الحُور العِين، أخلاقهم على خلقِ رجلٍ واحدٍ؛ على صورةِ أبيهم
آدمَ : ستون ذراعاً في السماء)).
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Sesungguhnya
rombongan pertama yang masuk surga dalam rupa seperti bulan purnama.
Adapun rombongan setelah mereka dalam rupa bintang yang sangat terang di
langit yang cerah. Tidaklah mereka buang air kecil, buang air besar,
beringus, dan meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka
adalah misk (minyak wangi), mijmar (wadah minyak wangi) mereka adalah
kayu gaharu India, istri-istri mereka adalah para bidadari, dan bentuk
tubuh mereka semua sama, yaitu seperti bentuk tubuh ayah mereka Adam
sepanjang enam puluh hasta menjulang ke langit”.[3]
Pintu-Pintu Surga
عن
أبي هريرة - رضي الله عنه - أن رسولَ الله - صلى الله عليه وآله وسلم -
قال : ((مَن أنفَقَ زوجين في سبيل الله؛ نودي مِن أبواب الجنة : يا عبد
الله! هذا خيرٌ، فَمَنْ كان مِن أهلِ الصلاة دُعي من باب الصلاة، ومن كان
من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كا من أهل الصيام دُعي من باب
الريَّان، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة))، فقال أبو بكر
الصديق - رضي الله عنه - : بأبي أنت وأمي يا رسول الله! ما على مَن دُعي من
تلك الأبواب مِن ضرورة؛ فهل يُدعى أحدٌ من تلك الأبواب كلِّها : قال :
((نعم، وأرجو أن تكونونَ منهم)).
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa
yang menginfakkan hartanya (budak, kuda, atau onta) di jalan Allah,
niscaya ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga : ‘Wahai hamba Allah,
ini adalah kebaikan. Barangsiapa termasuk orang yang giat mengerjakan
shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat. Barangsiapa termasuk orang
yang berjihad, ia akan dipanggil dari pintu jihad. Barangsiapa termasuk
orang yang rajin berpuasa, ia akan dipanggil dari pintu Ar-Rayyaan. Dan
barangsiapa termasuk orang yang gemar bershadaqah, maka ia akan
dipanggil dari pintu shadaqah”. (Mendengar itu) Abu Bakr Ash-Shiddiiq radliyallaahu ‘anhu
berkata : “Demi ayah dan ibuku wahai Rasulullah, sungguh tidak ada
kesedihan sedikitpun bagi orang yang dipanggil oleh pintu-pintu
tersebut. (Namun) apakah ada seorang yang dipanggil oleh semua pintu
tersebut ?”. Beliau menjawab : “Ya ada, dan aku berharap engkau salah seorang di antaranya”.[4]
عن
سهل بن سعد قال : قال رسول الله - صلى الله عليه وآله وسلم - : ((في الجنة
ثمانيةُ أبوابٍ، منها بابٌ يُسمَّى الريَّان لا يدخله إلا الصائمون)).
Dari Sahl bin Sa’d ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam : “Dalam
surga ada delapan buah pintu. Di antara pintu tersebut ada yang
dinamakan Ar-Rayyaan yang tidak akan dimasuki kecuali orang-orang yang
berpuasa”.[5]
Tidak Ada Kematian di dalam Surga
عن
أبي سعيد وأبي هريرة - رضي الله عنهما - أن رسولَ الله - صلى الله عليه
وآله وسلم - قال : ((إذا دخل أهلُ الجنةِ الجنةَ ينادِي مُنادٍ : إِنَّ لكم
أن تحيَوا فلا تموتوا أبداً، وإنَّ لكم أن تصحُّوا فلا تسقموا أبداً،
وإنَّ لكم أن تشبُّوا فلا تهرموا أبداً، وإنَّ لكم أنْ تُنعموا فلا تبأسوا
أبداً)).
Dari Abu Sa’iid dan Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhumaa : Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda : “Apabila
penduduk surga telah memasuki surga, maka seorang penyeru menyerukan :
‘Sesungguhnya kalian akan tetap hidup dan tidak akan mati selamanya,
akan tetap sehat dan tidak akan sakit selamanya, akan tetap muda dan
tidak akan menjadi tua selamanya, serta akan tetap mendapat kenikmatan
dan tidak akan mendapatkan kesusahan selamanya”.[6]
Berbagai Macam Kedudukan dan Tingkatan dalam Surga
عن
أبي هريرة - رضي الله عنه - : عن النبي - صلى الله عليه وآله وسلم - قال :
مَن آمن بالله ورسوله، وأقام الصلاة، وصام رمضان؛ كان حقاً على الله أن
يُدخلَه الجنة؛ هاجرَ في سبيل الله، أو جلس في أرضه التي وُلد فيها))،
قالوا : يا رسول الله! أفلا نُنبِئُ الناسَ بذلك ؟ قال : ((إنَّ في الجنة
مئةَ درجةٍ أعدَّها اللهُ للمجاهدين في سبيله، كل درجتين ما بينهما كما بين
السماء والأرض، فإذا سألتُم اللهَ فسلُوهُ الفردوسَ الأعلى؛ فإنَّهُ
أَوسطُ الجنةِ وأعلى الجنة، وفوقه عرشُ الرحمن، ومنه تُفجر أنهار الجنة)).
Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam, beliau bersabda : “Barangsiapa
yang beriman kepada Allah, mendirikan shalat, dan berpuasa di bulan
Ramadlan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke dalam surga. Ia
berhijrah di jalan-Nya atau tetap tinggal di negeri tempat ia
dilahirkan”. Para shahabat bertanya : Wahai Rasulullah, apakah kami boleh memberitahu orang-orang mengenai hal itu ?”. Beliau bersabda : “Sesungguhnya
di dalam surga ada seratus tingkatan yang disediakan Allah bagi
orang-orang yang berjihad di jalan-Nya. Setiap dua tingkatan seperti
jarak antara langit dan bumi. Apabila kalian meminta (berdoa) kepada
Allah, maka mintalah Firdaus yang tertinggi. Sesungguhnya ia adalah
surga yang paling tengah dan paling tinggi. Di atasnya adalah ‘Arsy
Ar-Rahman (Allah). Dari sanalah sungai-sungai surga mengalir”.[7]



